Bertakwa, Berbudi Mulia, Berprestasi, Berwawasan Kebangsaan dan Lingkungan

  • Pramuka Spenmabet Jaya

    Regu Pramuka SMP N 5 Mrebet merebut juara 1 LT 2 Putri K dan Juara 2 LT 2 Putra Kwarran Mrebet 2019

  • Grup Menyanyi Spenmabet

    Grup vokalis SMP N 5 Mrebet merebut Juara Harapan 3 Lomba Paduan Suara Unisono Tingkat Kabupaten Pbg 2019

  • Grup KKR Spenmabet

    Menjadi Juara 3 KKR Putri dan Juara Harapan 3 KKR Putra Tingkat Kabupaten Purbalingga 2019.

  • Kelompok KIR Spenmabet

    Pelatihan budidaya jamur Tiram untuk memberikan life skill serta jiwa wirausaha untuk siswa.

  • Spenmabet Goes to Bandung

    Widya wisata siswa kelas VIII ke Bandung 11 - 13 Desember 2018.

Sumber Daya Alam Negara-negara ASEAN

 

Sumber Daya Alam Negara-negara ASEAN


 


Faktor ketersediaan sumber daya alam adalah salah satu faktor yang mempengaruhi perubahan ruang dan interaksi antarruang akibat faktor alam negara-negara ASEAN. Mengutip Kemdikbud RI, kondisi alam dan kondisi sosial negara-negara ASEAN yang relatif homogen dan saling membutuhkan, memudahkan interaksi antarnegara-negara ASEAN. Interaksi antarnegara terjadi dalam bentuk kerja sama di berbagai bidang. Faktor ketersediaan sumber daya alam Hampir semua negara-negara ASEAN memiliki sumber daya alam berupa barang tambang, kecuali Singapura. Wilayah Singapura sangat sempit sehingga sumber daya alam barang tambang terbatas, tetapi menguasai perdagangan dan industri.

Negara-negara ASEAN yang kaya dengan barang tambang mentah mengekspornya ke Singapura untuk diolah menjadi berbagai barang kebutuhan pokok. Negara-negara ASEAN yang lain juga melakukan kegiatan yang serupa dengan volume yang berbeda-beda sesuai kemampuan masing-masing. Setiap jenis barang tambang memiliki kegunaan tertentu untuk menunjang kehidupan masyarakat. Barang tambang negara-negara ASEAN adalah: Indonesia: minyak bumi, batu bara, timah, emas, perak Malaysia: bijih timah, bauksit, bijih besi, minyak bumi Filipina: tembaga, nikel, emas, timber, seng, kobalt Thailand: timah, mangan Brunei Darussalam: minyak bumi dan gas alam
Vietnam: batu bara, besi, timah, emas, antimony, krom, fosfat Laos: timah, briket batu bara, besi, temabaga, emas, gbis, belerang Myanmar: timbal, seng, perak, timah, minyak bumi, amngan, tungsten, emas, batu mulia, batu giok Kamboja: bijih besi, batu bara, tembaga, fosfat, emas

Sumber daya alam tidak hanya berupa barang tambang. Di negara-negara ASEAN terdapat sumber daya alam hayati dan nonhayati lain. Sumber daya alam yang dimiliki hampir semua negara ASEAN adalah hutan dan laut. Hutan, laut dan barang tambang adalah sumber daya alam yang banyak dieksplorasi untuk menunjang kehidupan setiap negara.

Indonesia memiliki hutan paling luas di antara negara ASEAN yang lain. Tetapi laju kerusakan hutan atau deforestasi di Indonesia juga paling tinggi di antara negara-negara ASEAN lainnya. Hasil hutan Indonesia dan negara-negara ASEAN lain digunakan sebagai salah satu sumber pendapatan negara. Tujuan ekspornya adalah ke negara-negara industri, seperti Singapura.

Perairan laut di kawasan negara-negara ASEAN banyak dieksplorasi untuk menghasilkan devisa atau pendapatan negara. Contoh eksplorasi perairan laut sebagai sumber daya alam adalah perikanan, mutiara, rumput laut, barang tambang, dan tempat wisata. Tidak semua sumber daya yang diperlukan suatu negara tersedia di negara tersebut. Maka, untuk memenuhi kebutuhannya, negara-negara anggota ASEAN melakukan pertukaran sumber daya alam dalam kegiatan jual beli. Kegiatan jual beli dan pertukaran sumber daya ini adalah bentuk interaksi antarnegara-negara ASEAN dengan bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Share:

Kondisi Geologis Negara-Negara ASEAN

 

Kondisi Geologis Negara-Negara ASEAN

   

  

Tumbukan antar lembeng di wilayah Asia Tenggara,

 

Letak geologis merupakan letak sebuah wilayah yang dilihat dari struktur serta komposisi batuan pembentuk bumi. Kondisi geologi seperti kondisi tanah dan batuan penyusunnya di bumi, negara-negara ASEAN berada di daerah tumbukan antarlempeng.

Asia Tenggara dihimpit oleh Lempeng Samudera Indo-Australia (lihat gambar), Lempeng Samudera Pasifik, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Benua Australia.

Ananda dapat membayangkan seandainya kita duduk berhimpitan dan saling mendorong, apa yang akan terjadi? Tentu saja masing-masing saling memberikan daya dorong.

Adanya tenaga saling dorong tentu menyebabkan terjadinya Gerakan. Perumpamaan itulah untuk menggambarkan kondisi geologis negara-negara Asia Tenggara yang sangat rentan ancaman gempa.

Negara manakah yang paling luas mengalami tumbukan? Tumbukan lempeng berhubungan dengan kemunculan gunung berapi. Rangkaian gunung di kawasan negara-negara ASEAN dikenal dengan Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania.

Secara geologis, kawasan Asia tenggara dilalui rangkaian Pegunungan Muda Mediterania yang berasal dari Himalaya, Arakan Yoma serta Kepulauan Banda. Selain itu, kawasan Asia Tenggara juga dilalui Pegunungan Sirkum Pasifik yang berasal dari Amerika Serikat, Jepang dan Filipina. Letak geologis ini menyebabkan kawasan Asia Tenggara memiliki banyak gunung berapi aktif dan aktivitas kegempaan yang cukup tinggi.

 

Keberadaan lempeng seperti pada gambar, memberikan informasi bahwa masyarakat ASEAN menghadapi ancaman terkait dengan gempa bumi.

Gempa bumi dapat memberikan efek lainnya yaitu tsunami. Terjadinya tsunami Aceh tahun 2004 yang menyebabkan ratusan ribu korban memberikan bukti bahwa negara-negara ASEAN memiliki ancaman sama.

Secara keseluruhan ada 14 negara yang terkena dampak tsunami dengan jumlah korban mencapai 230.000 jiwa. Bangsa-bangsa Asia Tenggara saling bahu membahu untuk menyelesaikan masalah bencana tersebut.

Bangsa-bangsa ASEAN memiliki kesamaan dan perbedaan dalam aspek iklim dan faktor geologi ASEAN. Secara mayoritas iklim di negara-negara ASEAN adalah tropis yang kaya akan hujan. Kondisi ini berpengaruh terhadap mata pencaharian masyarakat ASEAN.

Faktor geologis ASEAN memiliki kekayaan dalam hal sumber daya alam seperti panas bumi dan hasil tambang. Di sisi lain bangsabangsa ASEAN sangat dekat dengan berbagai bencana alam.

Beberapa kesamaan dan saling ketergantungan tersebut justru menumbuhkan sikap saling kerja sama bangsa-bangsa ASEAN. Hal ini membuktikan bahwa negara-negara ASEAN sama-sama membutuhkan untuk membangun kesejahteraan rakyat.

Share:

KONDISI IKLIM DI KAWASAN ASIA TENGGARA

 

KONDISI IKLIM DI KAWASAN ASIA TENGGARA

 


 Kondisi iklim di suatu wilayah dipengaruhi letak geografis dan astronomis tempat tersebut. Letak Astronomis merupakan letak suatu wilayah dilihat dari kondisi garis lintang dan garis bujurnya. Kawasan Asia Tenggara secara astronomis terletak pada 28°LU–11°LS dan 93°BT–141°BT. Sedangkan secara geografis, Asia Tenggara diapit oleh dua benua dan dua samudra, yaitu Benua Asia dan Benua Australia, serta Samudra Hindia (sebelah selatan dan barat) dan Samudra Pasifik (sebelah timur).

Lokasi astronomis kawasan Asia Tenggara menyebabkan sebagian besar negara-negara di Asia Tenggara beriklim tropis. Hanya negara Myanmar yang berdasarkan letak lintangnya, Myanmar terbagi dalam dua musim, yaitu bagian selatan beriklim tropis dan bagian utara beriklim subtropis. Di wilayah Myanmar di sekitar Khatulistiwa, suhu udara rata-ratanya sedang, bagian tengah suhu rata-ratanya tinggi, dan bagian utara suhu udaranya dingin karena terdapat pegunungan tinggi, yaitu Pegunungan Himalaya. Iklim Myanmar dapat digambarkan sebagai iklim muson tropis. Hal ini ditandai dengan pengaruh musim hujan yang kuat, mendapatkan penyinaran matahari yang cukup, tingkat curah hujan yang tinggi, dan kelembapan yang tinggi sehingga cuaca dirasa kurang nyaman. Perkiraan suhu tahunan rata-rata 22º sampai 27º C sepanjang tahunnya.

Penjabaran kondisi iklim di kawasan Asia Tenggara berikut ini:

Angin dan Suhu

Kawasan Asia Tenggara membentang di daerah ekuator. Iklim di wilayah ini mendapat pengaruh dari angin musim yang datang dari gurun di Australia dan daratan Asia, serta angin pasat yang bertiup dari daerah subtropis menuju ekuator.

Angin musim terjadi karena perbedaan tekanan udara antara dua wilayah. Angin ini menyebabkan wilayah Asia Tenggara memiliki dua musim, yakni musim kemarau dan musim penghujan.

Angin musim yang datang dari Asia Tengah pada bulan Januari merupakan gabungan dengan angin pasat yang bertiup dari lintang 23,5° LU ke arah ekuator. Angin ini sifatnya sangat lembab sehingga banyak menyebabkan hujan, terutama di wilayah Indonesia bagian barat dan tengah.

Sedangkan pada bulan Juli, bertiup angin musim barat daya berbarengan dengan angin pasat tenggara yang bertiup dari wilayah lintang 23,5° LU menuju ekuator.

 Curah Hujan

Musim hujan di kawasan Asia Tenggara sangat bervariasi. Indonesia, khususnya Pulau Jawa, mempunyai curah hujan terbanyak pada Oktober sampai April. Sedangkan musim kering terjadi pada April hingga Oktober. Itu saat angin pasat tenggara yang kering bertiup dari Australia.

Sedangkan musim hujan di Myanmar dan Semenanjung Malaka bagian selatan terjadi pada pertengahan Mei sampai Oktober. Di Thailand hingga pantai Indocina, musim hujan terjadi pada bulan Oktober sampai Januari. Sementara itu, di Filipina biasanya terjadi hujan sepanjang tahun.

 

Share:

Bencana Alam Klimatologis: Pengertian, Jenis, dan Dampaknya

 

Bencana Alam Klimatologis: Pengertian, Jenis, dan Dampaknya

Kompas.com - 27/08/2021, 10:30 WIB

Foto Banjir bandang(Shutterstock)

Penulis Nadia Faradiba | Editor Nadia Faradiba

KOMPAS.com - Bencana alam klimatologis adalah bencana alam yang disebabkan oleh iklim. Ini merupakan salah satu jenis bencana alam, selain bencana alam geografis dan ekstraterestrial. Bencana akibat iklim berpotensi menimbulkan korban jiwa dan materi.

Berikut adalah beberapa jenis dan dampak bencana alam klimatologis.

1. Banjir

Dilansir dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir adalah peristiwa atau keadaan dimana terendamnya suatu daerah atau daratan karena volume air yang meningkat. Banjir disebabkan oleh iklim ketika curah hujan tinggi. Banjir di Indonesia ada beberapa jenis. Pertama, banjir bandang. Banjir ini datang secara tiba-tiba dan berlangsung kurang dari 6 jam. Ini disebabkan hujan deras yang membuat debit air sungai meningkat tiba-tiba. Banjir jenis ini berbahaya karena biasanya alirannya deras dan bisa menyapu berbagai beda dan jiwa yang ada di daratan. Kedua, banjir air. Ini merupakan tipe yang paling sering terjadi. Biasanya disebabkan meluapnya aliran sungai, danau, atau selokan. Banjir ini terjadi dalam waktu yang lama sehingga air tidak tertampung dan meluap. Ketiga, banjir lumpur adalah banjir yang mirip dengan banjir bandang, namun membawa banyak lumpur. Lumpur ini biasanya mengandung gas yang berbahaya bagi kesehatan. Keempat, banjir rob. Banjir rob adalah banjir laut air pasang. Banjir ini terjadi di daerah pesisir. Jika air pasang, ini akan menahan laju air sungai dan meluap menggenangi daratan.

Dampak yang ditimbulkan banjir antara lain: Korban jiwa. Pada banjir bandang, aliran air sangat kuat dan membawa banyak sampah atau beda besar lainnya yang bisa menghilangkan nyawa. Rusaknya area pertanian, contohnya sawah. Menjadi sarang penyakit. Contoh penyakit yang umum muncul saat banjir adalah gangguan saluran pencernaan.

2. Badai

Badai disebut juga dengan gelombang pasang. Badai adalah gelombang tinggi yang ditimbulkan karena efek siklon tropis di wilayah Indonesia. Peristiwa ini berisiko menimbulkan bencana alam. Jenis badai ada dua macam, yaitu siklon tropis dan angin puting beliung. Siklon tropis adalah sistem angin pusaran yang terbentuk di atas lautan. Biasanya terbentuk di permukaan air laut yang hangat atau lebih dari 26 derajat Celcius. Dampak siklon tropis adalah angin kencang dan hujan deras selama berjam-jam, gelombang tinggi, dan gelombang badai. Angin puting beliung adalah angin kencang yang datang secara tiba-tiba, memiliki pusat, bergerak melingkar menyerupai spiral dan akan hilang dalam waktu singkat, yaitu sekitar 3 sampai 5 menit saja. Angin ini memiliki kecepatan tinggi yaitu sekitar 40 sampai 400 kilometer per jam. Ini membuat angin puting beliung bersifat merusak benda dan jiwa yang dilewatinya. Munculnya angin puting beliung biasanya didahului oleh hujan lebat selama 20 menit dengan langit yang sangat gelap.

3. Kekeringan

Kekeringan adalah ketersediaan air yang jauh di bawah kebutuhan air untuk kebutuhan hidup, pertanian, dan lingkungan. Kekeringan disebabkan oleh iklim dengan curah hujan rendah. Namun, kondisi bisa diperparah dengan penggunaan air besar-besaran oleh industri dan individu yang lebih dekat ke sumber air. Dampak kekeringan bagi kehidupan manusia adalah gagal panen, kelaparan, kebakaran hutan, kerusakan tanah, hingga matinya berbagai hewan dan tumbuhan.

4. Kebakaran hutan

Kebakaran hutan adalah peristiwa ketika hutan dan lahan dilanda api. Peristiwa ini sebagian besar terjadi karena ulah manusia. Namun, terdapat pula kondisi iklim yang menyebabkan kebakaran hutan. Contoh iklim yang menyebabkan kebakaran hutan antara lain kemarau, sambaran petir, lava pijar dari gunung berapi, dan gas metana dari lahan gambut. Dampak kebakaran hutan antara lain kerugian ekonomis, kerusakan lingkungan, polusi udara, dan matinya berbagai hewan dan tumbuhan. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bencana Alam Klimatologis: Pengertian, Jenis, dan Dampaknya",

Share:

Perubahan Ruang dan Interaksi Antarruang Akibat Faktor Alam

 

Perubahan Ruang dan Interaksi Antarruang Akibat Faktor Alam

Kompas.com - 18/06/2020, 19:15 WIB

Penulis Arum Sutrisni Putri | Editor Arum Sutrisni Putri

Foto Ilustrasi(FREEPIK/YISARANDRI)

 

KOMPAS.com - Perubahan ruang dan interaksi antarruang negara-negara ASEAN akibat faktor alam dipengaruhi oleh faktor iklim, faktor geologi, dan faktor ketersediaan sumber daya alam. Mengutip Kemdikbud RI, kondisi alam dan kondisi sosial negara-negara ASEAN yang relatif homogen dan saling membutuhkan, memudahkan interaksi antara negara-negara ASEAN. Interaksi antarnegara terjadi dalam bentuk kerja sama di berbagai bidang.

Faktor yang menimbulkan berbagai bentuk interaksi negara ASEAN adalah faktor iklim, faktor geologi dan faktor ketersediaan sumber daya alam.

Faktor iklim

Perubahan ruang dan interaksi antarruang negara-negara ASEAN dipengaruhi faktor iklim, yaitu iklim matahari, iklim muson, dan iklim fisis. Iklim fisis dipengaruhi keadaan fisik suatu wilayah, seperti perairan laut, pegunungan dan dataran. Lokasi negara-negara ASEAN yang berada di antara Benua Asia dan Benua Australia menyebabkan wilayah ini memiliki pola arah angin yang berganti setiap setengah tahun sekali. Angin ini disebut angin muson timur dan angin muson barat. Masing-masing angin tersebut menyebabkan terjadinya musim kemarau dan musim hujan. Iklim yang dipengaruhi tiupan angin muson disebut iklim muson. Berdasarkan kondisi iklim matahari, muson atau fisis, hampir seluruh negara ASEAN memiliki kesamaan kondisi.

Kondisi iklim yang sama ini membuat negara-negara di ASEAN ini bekerja sama atau bahu membahu untuk saling membantu. Negara-negara ASEAN kadang mengalami perubahan iklim yang tidak terprediksi, akibat perubahan pola penggunaan lahan dan perilaku yang menimbulkan pemanasan global. Perubahan iklim memicu terjadinya bencana alam klimatik, yaitu bencana alam yang disebabkan kerusakan faktor-faktor iklim.

Sebagai upaya menanggulangi bencana di kawasan Asia Tenggara, ASEAN melakukan kerja sama antarnegara anggotanya. Contoh kerja sama ASEAN menanggulangi bencana klimatik adalah saat kebakaran hutan hebat di Sumatera pada 2015, Malaysia dan Singapura atas nama ASEAN memberikan pinjaman pesawat pemadam kebakaran. Indonesia dan beberapa negara ASEAN lain membantu Filipina yang mengalami bencana badai Haiyan pada 2014.

 

Faktor geologi

Berdasarkan faktor geologi, seperti kondisi tanah dan batuan penyusunnya di bumi, negara-negara ASEAN berada di daerah tumbukan antarlempeng. Lempeng di wilayah negara-negara ASEAN antara lain Lempeng India-Australia, Lempeng Sunda (bagian dari Lempeng Eurasia), Lempeng Filipina dan Lempeng Pasifik. Tumbukan lempeng identik dengan kemunculan gunung berapi. Rangkaian gunung di kawasan negara-negara ASEAN dikenal dengan Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania.

Pergerakan lempeng yang bertumbukan mengakibatkan terjadinya bencana geologis seperti gempa bumi. Bila tumbukan lempeng terjadi di laut atau memengaruhi pergerakan gelombang laut, gempa bumi dapat menimbulkan bencana tsunami. Sekitar empat dari 11 negara ASEAN, yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand dan Myanmar, pernah mengalami gempa yang memakan banyak korban jiwa. Sebagian besar korban akibat tsunami yang terjadi setelah gempa. Korban tsunami yang menggemparkan dunia terjadi di Indonesia, yaitu tsunami di Aceh pada 2006. Negara-negara ASEAN sebagai organisasi atau negara-negara tetangga melalui Pusat Koordinasi Bantuan Kemanusiaan memberikan bantuan berupa kebutuhan pokok, fasiitas kesehatan, maupun donasi untuk perbaikan lingkungan dalam masa pemulihan.

 

Faktor ketersediaan sumber daya alam

Hampir semua negara-negara ASEAN memiliki sumber daya alam berupa barang tambang, kecuali Singapura. Setiap jenis barang tambang memiliki kegunaan tertentu untuk menunjang kehidupan masyarakat. Wilayah Singapura sangat sempit sehingga sumber daya alam barang tambang terbatas, tetapi menguasai perdagangan dan industri. Negara-negara ASEAN yang kaya dengan barang tambang mentah mengekspornya ke Singapura untuk diolah menjadi berbagai barang kebutuhan pokok. Negara-negara ASEAN yang lain juga melakukan kegiatan yang serupa dengan volume yang berbeda-beda sesuai kemampuan masing-masing.

Barang tambang negara-negara ASEAN antara lain:

Indonesia         : minyak bumi, batu bara, timah, emas, perak

Malaysia           : bijih timah, bauksit, bijih besi, minyak bumi

Filipina             : tembaga, nikel, emas, timber, seng, kobalt

Thailand           : timah, mangan Brunei Darussalam: minyak bumi dan gas alam

Vietnam            : batu bara, besi, timah, emas, antimony, krom, fosfat

Laos                 : timah, briket batu bara, besi, temabaga, emas, gbis, belerang

Myanmar          : timbal, seng, perak, timah, minyak bumi, amngan, tungsten, emas, batu mulia, batu giok

Kamboja           : bijih besi, batu bara, tembaga, fosfat, emas

 

Sumber daya alam tidak hanya berupa barang tambang. Di negara-negara ASEAN terdapat sumber daya alam hayati dan nonhayati lain. Sumber daya alam yang dimiliki hampir semua negara ASEAN adalah hutan dan laut. Hutan, laut dan barang tambang adalah sumber daya alam yang banyak dieksplorasi untuk menunjang kehidupan setiap negara.

Hasil hutan Indonesia dan negara-negara ASEAN lain digunakan sebagai salah satu sumber pendapatan negara. Tujuan ekspornya adalah ke negara-negara industri, seperti Singapura. Indonesia memiliki hutan paling luas di antara negara ASEAN yang lain. Tetapi laju kerusakan hutan atau deforestasi di Indonesia juga paling tinggi di antara negara-negara ASEAN lainnya. Perairan laut di kawasan negara-negara ASEAN banyak dieksplorasi untuk menghasilkan devisa atau pendapatan negara. Contoh eksplorasi perairan laut sebagai sumber daya alam adalah perikanan, mutiara, rumput laut, barang tambang, dan tempat wisata.

Tidak semua sumber daya yang diperlukan suatu negara tersedia di negara tersebut. Maka, untuk memenuhi kebutuhannya, negara-negara anggota ASEAN melakukan pertukaran sumber daya alam dalam kegiatan jual beli. Kegiatan jual beli dan pertukaran sumber daya ini adalah bentuk interaksi antarnegara-negara ASEAN dengan bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Artikel ini telah tayang di 
Kompas.com dengan judul "Perubahan Ruang dan Interaksi Antarruang Akibat Faktor Alam",

Klik untuk baca: https://www.kompas.com/skola/read/2020/06/18/191500269/perubahan-ruang-dan-interaksi-antarruang-akibat-faktor-alam?page=all#page2.
Penulis : Arum Sutrisni Putri

Editor : Arum Sutrisni Putri


Download aplikasi 
Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: 
https://bit.ly/3g85pkA
iOS: 
https://apple.co/3hXWJ0L

Share:
Header Ads
Jadikan website ini sebagai ajang berbagi informasi bagi masyarakat serta silaturahmi khususnya bagi warga SMP N 5 Mrebet

Paling Banyak Dibaca

Arsip Blog

Total Tayangan Halaman

Pengikut