Bertakwa, Berbudi Mulia, Berprestasi, Berwawasan Kebangsaan dan Lingkungan

KONDISI IKLIM DI KAWASAN ASIA TENGGARA

 

KONDISI IKLIM DI KAWASAN ASIA TENGGARA

 


 Kondisi iklim di suatu wilayah dipengaruhi letak geografis dan astronomis tempat tersebut. Letak Astronomis merupakan letak suatu wilayah dilihat dari kondisi garis lintang dan garis bujurnya. Kawasan Asia Tenggara secara astronomis terletak pada 28°LU–11°LS dan 93°BT–141°BT. Sedangkan secara geografis, Asia Tenggara diapit oleh dua benua dan dua samudra, yaitu Benua Asia dan Benua Australia, serta Samudra Hindia (sebelah selatan dan barat) dan Samudra Pasifik (sebelah timur).

Lokasi astronomis kawasan Asia Tenggara menyebabkan sebagian besar negara-negara di Asia Tenggara beriklim tropis. Hanya negara Myanmar yang berdasarkan letak lintangnya, Myanmar terbagi dalam dua musim, yaitu bagian selatan beriklim tropis dan bagian utara beriklim subtropis. Di wilayah Myanmar di sekitar Khatulistiwa, suhu udara rata-ratanya sedang, bagian tengah suhu rata-ratanya tinggi, dan bagian utara suhu udaranya dingin karena terdapat pegunungan tinggi, yaitu Pegunungan Himalaya. Iklim Myanmar dapat digambarkan sebagai iklim muson tropis. Hal ini ditandai dengan pengaruh musim hujan yang kuat, mendapatkan penyinaran matahari yang cukup, tingkat curah hujan yang tinggi, dan kelembapan yang tinggi sehingga cuaca dirasa kurang nyaman. Perkiraan suhu tahunan rata-rata 22º sampai 27º C sepanjang tahunnya.

Penjabaran kondisi iklim di kawasan Asia Tenggara berikut ini:

Angin dan Suhu

Kawasan Asia Tenggara membentang di daerah ekuator. Iklim di wilayah ini mendapat pengaruh dari angin musim yang datang dari gurun di Australia dan daratan Asia, serta angin pasat yang bertiup dari daerah subtropis menuju ekuator.

Angin musim terjadi karena perbedaan tekanan udara antara dua wilayah. Angin ini menyebabkan wilayah Asia Tenggara memiliki dua musim, yakni musim kemarau dan musim penghujan.

Angin musim yang datang dari Asia Tengah pada bulan Januari merupakan gabungan dengan angin pasat yang bertiup dari lintang 23,5° LU ke arah ekuator. Angin ini sifatnya sangat lembab sehingga banyak menyebabkan hujan, terutama di wilayah Indonesia bagian barat dan tengah.

Sedangkan pada bulan Juli, bertiup angin musim barat daya berbarengan dengan angin pasat tenggara yang bertiup dari wilayah lintang 23,5° LU menuju ekuator.

 Curah Hujan

Musim hujan di kawasan Asia Tenggara sangat bervariasi. Indonesia, khususnya Pulau Jawa, mempunyai curah hujan terbanyak pada Oktober sampai April. Sedangkan musim kering terjadi pada April hingga Oktober. Itu saat angin pasat tenggara yang kering bertiup dari Australia.

Sedangkan musim hujan di Myanmar dan Semenanjung Malaka bagian selatan terjadi pada pertengahan Mei sampai Oktober. Di Thailand hingga pantai Indocina, musim hujan terjadi pada bulan Oktober sampai Januari. Sementara itu, di Filipina biasanya terjadi hujan sepanjang tahun.

 

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Header Ads
Jadikan website ini sebagai ajang berbagi informasi bagi masyarakat serta silaturahmi khususnya bagi warga SMP N 5 Mrebet

Paling Banyak Dibaca

Arsip Blog

Total Tayangan Halaman

Pengikut